Aku, Cinta dan Ketulusan
Di tengah dinginnya udara malam yang merasuk dalam
tubuhku, bayangmu terus hadir dan tak pernah beranjak pergi, bayangmu seolah hadir
layaknya api unggun yang menghangatkanku dikala dinginnya udara malam yang menyelimuti tubuhku.
Dan di setiap aku bernafas,
aku merasakan dirimu seperti oksigen yang aku hirup yang artinya bila
tanpamu lah aku tak akan pernah bisa hidup.
Pernah tersirat dalam benakku untuk
bisa mendekapmu. Mendekap erat tubuhmu dan merasakan keindahan yang mungkin
tiada pernah terkira bagiku. Keindahan yang belum pernah aku dapatkan dari
seseorang dan aku ingin dapatkan keindahan itu darimu, namun sudikah kamu memeluk erat
diriku seperti bintang memeluk malam ?
Mimpi,
atau hanya khayalan ku saja untuk dapat merasakan keindahanmu itu ?
Dirimu hadir disaat aku bertanya apa
itu Cinta ?
Dan hadirmu
membuatku merasakan sesuatu yang aku fikir itulah cinta yang sedang aku pertanyakan.
Saat
dirimu mampu membuat aku merasa berbeda dengan diriku sebelumnya.
Saat
dirimu mampu membuatku merasakan sebuah kenyamanan dan mampu membuat aku
tersenyum dan tertawa.
Dan saat dirimu mampu membuatku merasakan begitu kerasnya detak jantungku saat
aku berada disampingmu.
Perasaan yang sebelumnya tak pernah
aku tau yang kini hadir dan mulai aku merasakan itu semua karenamu, karena kamu
mengubah segalanya menjadi berbeda dan jauh lebih indah.
Sebuah kebetulankah atau memang sudah jalan dari Tuhan
untuk mempertemukan kita ? Dan membuatku merasakan apa itu cinta dari
sebuah pertemuan itu ?
Sehari, dua hari dan berhari-hari
aku lalui denganmu meski tak selalu berada disampingmu aku semakin merasakan sebuah
perasaan yang tak menentu, perasaan yang membuatku tak ingin jauh darimu,
perasaan yang membuatku seperti orang bodoh yang melupakan banyak hal hanya
untuk memikirkan dirimu.
Sayang, itulah yang aku rasakan sejak
aku merasakan kenyamanan yang kau berikan untukku, sebuah rasa yang membuatku
ingin memiliki tapi apa mungkin aku dapat memiliki dirimu seperti yang aku
harapkan, aku tak pernah tau jawaban dari pertanyaanku itu.
Semakin hari, semakin besar aku
merasakan rasa sayang kepadamu, aku bingung bahkan tak tau harus bagaimana
menyikapi perasaan itu, aku takut bila hanya aku yang merasakan sayang tapi
dirimu tidak merasakannya rasa yang membuatku mempunyai sebuah harapan.
Kenyataan ini pahit untukku, disaat
semua ketakutan dan harapanku menjadi sebuah kenyataan yang teramat menyakitkan,
kenyataan dimana kamu tak merasakan apa yang aku rasakan kepadamu namun
bodohnya aku, aku memilih bertahan pada sebuah rasa yang membuatku sakit.
Aku itu sebenarnya Bodoh atau Tulus ?
Bodohkah
aku yang memilih bertahan dengan sebuah rasa yang membuatku sakit ?
Atau
Tuluskah aku pada perasaan yang aku rasakan karena memilih bertahan dengan perasaan
yang sebenarnya membuat diriku sakit ?
Entahlah,
aku tak habis fikir atas kedua hal tersebut, namun yang aku tau saat ini, aku
menanamkan sebuah ketulusan yang aku pertahankan atas rasa yang membuatku
menjadi seorang yang terlihat bodoh karena bertahan dengan rasa yang terkadang membuatku
sakit, namun rasa itu menjadi indah karena aku merasakannya dengan sebuah
ketulusan.
Pernah aku merasakan lelah disaat
aku bertahan pada sebuah rasa yang membuatku sakit namun hati ini tak merasakan
lelah yang aku rasakan, hati ini memilih bertahan dengan apa yang memang sudah
bertahan.
Kamu indah, bahkan lebih indah dari
sekedar sebuah mimpiku kamu adalah kenyataan terindah untukku meski aku tau
keindahanmu tak kan pernah bisa aku miliki tapi aku berjanji aku akan jaga keindahan
itu meski hanya dalam sebuah angan saja.
Dirimu yang mampu membuatku bertahan
atas sebuah rasa sakit yang sampai saat ini terus aku rasakan dan rasa yang
mengajarkanku banyak hal baru mengenai perasaan yang aku sebut rasa itu adalah
CINTA.
Dirimu
yang membuatku merasakan apa itu sesuatu yang berbeda, dirimu yang mengajarkanku apa
itu harapan, apa itu keindahan, apa itu kenyamanan dan apa itu cinta.
Dan
dirimulah yang mengajarkanku akan 2 hal terindah dalm hidupku saat ini yaitu
CINTA DAN KETULUSAN. Dua hal yang membuatku mengerti bahwa dengan KETULUSAN,
sebuah rasa yang mungkin bisa menyakitkan akan terasa indah karena ketulusan
itu yang membuatku mengerti apa itu CINTA.
Aku mencintaimu dengan segalanya
yang ada pada dirimu, segala hal yang membuatku mencintaimu.
Untuk yang
tercinta, terimakasih atas pelajaran yang kau berikan padaku,