Sabtu, 17 November 2012

Aku, Cinta dan Ketulusan



Aku, Cinta dan Ketulusan

Di tengah dinginnya udara malam yang merasuk dalam tubuhku, bayangmu terus hadir dan tak pernah beranjak pergi, bayangmu seolah hadir layaknya api unggun yang menghangatkanku dikala dinginnya udara malam yang menyelimuti tubuhku.
           
 Dan di setiap aku bernafas, aku merasakan dirimu seperti oksigen yang aku hirup yang artinya bila tanpamu lah aku tak akan pernah bisa hidup.
         
   Pernah tersirat dalam benakku untuk bisa mendekapmu. Mendekap erat tubuhmu dan merasakan keindahan yang mungkin tiada pernah terkira bagiku. Keindahan yang belum pernah aku dapatkan dari seseorang dan aku ingin dapatkan keindahan  itu darimu, namun sudikah kamu memeluk erat diriku seperti bintang memeluk malam ?
Mimpi, atau hanya khayalan ku saja untuk dapat merasakan keindahanmu itu ?
     
       Dirimu hadir disaat aku bertanya apa itu Cinta ?
Dan hadirmu membuatku merasakan sesuatu yang aku fikir itulah cinta yang sedang aku pertanyakan.

Saat dirimu mampu membuat aku merasa berbeda dengan diriku sebelumnya.
Saat dirimu mampu membuatku merasakan sebuah kenyamanan dan mampu membuat aku tersenyum dan tertawa.
Dan saat dirimu mampu membuatku merasakan begitu kerasnya detak jantungku saat aku berada disampingmu.

         Perasaan yang sebelumnya tak pernah aku tau yang kini hadir dan mulai aku merasakan itu semua karenamu, karena kamu mengubah segalanya menjadi berbeda dan jauh lebih indah.

Sebuah kebetulankah atau memang sudah jalan dari Tuhan untuk mempertemukan kita ? Dan membuatku merasakan apa itu cinta dari sebuah pertemuan itu ?

            Sehari, dua hari dan berhari-hari aku lalui denganmu meski tak selalu berada disampingmu aku semakin merasakan sebuah perasaan yang tak menentu, perasaan yang membuatku tak ingin jauh darimu, perasaan yang membuatku seperti orang bodoh yang melupakan banyak hal hanya untuk memikirkan dirimu.

            Sayang, itulah yang aku rasakan sejak aku merasakan kenyamanan yang kau berikan untukku, sebuah rasa yang membuatku ingin memiliki tapi apa mungkin aku dapat memiliki dirimu seperti yang aku harapkan, aku tak pernah tau jawaban dari pertanyaanku itu.

            Semakin hari, semakin besar aku merasakan rasa sayang kepadamu, aku bingung bahkan tak tau harus bagaimana menyikapi perasaan itu, aku takut bila hanya aku yang merasakan sayang tapi dirimu tidak merasakannya rasa yang membuatku mempunyai sebuah harapan.

            Kenyataan ini pahit untukku, disaat semua ketakutan dan harapanku menjadi sebuah kenyataan yang teramat menyakitkan, kenyataan dimana kamu tak merasakan apa yang aku rasakan kepadamu namun bodohnya aku, aku memilih bertahan pada sebuah rasa yang membuatku sakit.

            Aku itu sebenarnya Bodoh atau Tulus ?
Bodohkah aku yang memilih bertahan dengan sebuah rasa yang membuatku sakit ?
Atau Tuluskah aku pada perasaan yang aku rasakan karena memilih bertahan dengan perasaan yang sebenarnya membuat diriku sakit ?
Entahlah, aku tak habis fikir atas kedua hal tersebut, namun yang aku tau saat ini, aku menanamkan sebuah ketulusan yang aku pertahankan atas rasa yang membuatku menjadi seorang yang terlihat bodoh karena bertahan dengan rasa yang terkadang membuatku sakit, namun rasa itu menjadi indah karena aku merasakannya dengan sebuah ketulusan.

            Pernah aku merasakan lelah disaat aku bertahan pada sebuah rasa yang membuatku sakit namun hati ini tak merasakan lelah yang aku rasakan, hati ini memilih bertahan dengan apa yang memang sudah bertahan.

            Kamu indah, bahkan lebih indah dari sekedar sebuah mimpiku kamu adalah kenyataan terindah untukku meski aku tau keindahanmu tak kan pernah bisa aku miliki tapi aku berjanji aku akan jaga keindahan itu meski hanya dalam sebuah angan saja.

            Dirimu yang mampu membuatku bertahan atas sebuah rasa sakit yang sampai saat ini terus aku rasakan dan rasa yang mengajarkanku banyak hal baru mengenai perasaan yang aku sebut rasa itu adalah CINTA.

Dirimu yang membuatku merasakan apa itu sesuatu yang berbeda, dirimu yang mengajarkanku apa itu harapan, apa itu keindahan, apa itu kenyamanan dan apa itu cinta.

Dan dirimulah yang mengajarkanku akan 2 hal terindah dalm hidupku saat ini yaitu CINTA DAN KETULUSAN. Dua hal yang membuatku mengerti bahwa dengan KETULUSAN, sebuah rasa yang mungkin bisa menyakitkan akan terasa indah karena ketulusan itu yang membuatku mengerti apa itu CINTA.

            Aku mencintaimu dengan segalanya yang ada pada dirimu, segala hal yang membuatku mencintaimu.
Untuk yang tercinta, terimakasih atas pelajaran yang kau berikan padaku,